Minggu, 07 Januari 2018

Bahagia Dalam Keheningan

Bahagia Dalam Keheningan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Seorang klien datang ke saya untuk minta tolong. Masalah klien ini yaitu dia merasa hidupnya saat ini hampa. Padahal ia bukan orang sembarangan. Telah banyak yang ia capai dalam hidupnya. Karir dan bisnisnya cemerlang. Keluarganya juga sangat ok. Terus, apa yang salah dengan klien ini?

Setelah berdikusi beberapa saat saya menemukan apa yang menjadi akar masalahnya. Ternyata ia jarang memberikan waktu untuk dirinya sendiri. Pikirannya terlalu aktif. Keinginannya banyak dan ia ingin mencapainya sekaligus sehingga ia merasa ada tekanan yang sangat tinggi.

Apa yang saya sarankan untuk ia lakukan? Mudah. Saya hanya minta klien ini melakukan meditasi setiap pagi sekitar 30 menit.

Waktu mendengar saran ini reaksinya adalah, “Lho, kok meditasi? Saya justru merasa kalau waktu saya ini sangat kurang. Saya berharap kalau bisa satu hari bukan 24 jam tapi 30 jam”.

Pembaca, mengapa saya menyarankan klien ini melakukan meditasi?

Alasannya begini. Saat kita (sangat) sibuk maka pikiran kita sangat aktif. Aktifnya pikiran tentu akan sangat menguras energi (psikis) kita. Pikiran yang aktif ini membuat tungku mental kita panas. Belum lagi emosi atau mood yang kurang kondusif akibat tekanan pekerjaan. Semua ini membuat diri kita lemah.

Jika diibaratkan gelas yang berisi air dan ada partikel atau pasir di dalamnya maka saat pikiran aktif yang kita lakukan adalah kita mengaduk-aduk isi gelas. Apa yang terjadi? Isi gelas akan menjadi keruh kare
... baca selengkapnya di Bahagia Dalam Keheningan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Selasa, 30 Oktober 2012

PUISI

Bukti

Oleh : Fahmi Reza

Lembaran-lembaran suci merajai
Menjadi pengurus di dalam isi
Yang terbukti takkan berdusta
Meski lantera sunyi menghalangi

Hatta datanglah kepada mereka

Bukti yang nyata
Melenyapkan kabar dusta
Anjing menggonggong kafilah berlalu

Kemurnian naungan awan putih
Menunjukkan bukti yang nyata
Berdirinya kebenaran di jagad raya
Tiada seteru diantaranya

Kehidupan yang kekal
Hatta menjadi kekal karar
Tatkala deruh angin
Melambai-lambai kepastian hati

Pelajar SMA Negeri 1 Lhokseumawe

Jumat, 08 Juni 2012

PUISI

Aku Pengemis Yang Di Hina
oleh : Fahmi Reza

Di tepi jalan
Ku pejamkan mata dalam kehidupan
Ku kenakan pakaian yang kumuh dan kotor
Sobek,compang-camping kata mereka

Dengan doa aku dapat bertahan
Namun tak seorangpun memperdulikan
Aku berjalan tertatih-tatih
Ketika lampu merah tanda pemberhentian
Ku julurkan tangan demi recehan uang

Aku hanya seorang anak kecil
Mencari recehan uang dengan bernyanyi
Seakan suara lembut ini
Mampu menebar senyum

Aku berjuang dengan wajah pasrah
Terkadang mengorek tempat sampah
Mencari makanan yang tersisa

Tapi aku tak ingin kau hina
Kesabaranku sepertinya sudah berakhir
Melunjak kau
Kau anggap apa aku ?
Sampah...
Jika kau tak ingin memberi
Tak perlu kau merendahkan martabatku

Pelajar SMA Negeri 1 Lhokseumawe